Langsung ke konten utama

Almahdi Almubassyirat



Segala pujian bagi Allah  ﷻ yang menganugerahkan taufiq kepada orang yang ingin taat. Salawat dan salam untuk  Baginda ﷺ


Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan AlMahdi itu adalah al-mubassyirat yang bermaksud seseorang yang paling banyak memperolehi mimpi sebagai petunjuk. Petunjuk itu adalah tanda, yang dikekalkan sebagai nubuah walaupun selepas kewafatan Rasullullah ﷺ.


ORANG YANG BENAR HATINYA BERUSAHA MENCARI UNTUK MENDAPAT PETUNJUK


Seseorang yang bertakwa apabila melihat sesuatu petunjuk (tanda) maka dia berusaha untuk mengikuti dan mendapatkan cara untuk menyempurnakan petunjuk tersebut. 


وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى وَآتَاهُمْ تَقْوَاهُمْ 

Dan orang-orang yang berusaha mendapatkan cara apabila mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan balasan ketakwaannya. (Al-Quran Surat Muhammad 47:17)


Petunjuk itu adalah Huda (هُدًى). Apabila diberikan petunjuk maka ikutilah petunjuk tersebut. Atas usahanya itu, Allah ﷻ menambahkan kepadanya untuk memahami petunjuk petunjuk lainnya.


SEBELUM BERLAKU QIAMAT ITU TERDAPAT TANDA TANDA


Terdapat dua jenis petunjuk sebagai tanda dekatnya Qiamat. Satu dinamakan هُدًى dan satu lagi أَشْرَاطُهَا. Kedua duanya merupakan petunjuk yang dijanjikan oleh Allah ﷻ sebagai tanda akhir zaman. Kedua dua ayat ini perlu difahamkan saling berkaitan antara satu dengan lainnya, ayat 17 dan 18 dari surah Muhammad.


 فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً ۖ فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا ۚ فَأَنَّىٰ لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُمْ 

Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu "Waktu Qiamat" melainkan berlakunya ke atas mereka secara tiba-tiba. Sungguh pasti didatangkan "Tanda-Tanda Khusus Qiamat". Maka bagaimanakah keadaan mereka ketika didatangkan (tanda tanda itu) pada mereka (dapatkah menjadi) peringatan buat mereka? (Al-Quran Surat Muhammad 47:18)


Huda (هُدًى) adalah petunjuk yang akan membuka cara untuk memahami (أَشْرَاطُهَا) kesemua petunjuk petunjuk lain tentang Qiamat. Kalimat Huda inilah yang menjadi asas untuk kalimat Mahdi, yakni orang yang mendapat petunjuk. Perkara ini akan dijelaskan lanjut kemudiannya, InsyaAllah.

Rujuk Artikel AlMahdi


PILIHAN ALLAH


Allah ﷻ akan memilih sesiapa sahaja untuk diberikan Huda yakni petunjuk.


  قَالُوا أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۖ رَحْمَتُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ ۚ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَجِيدٌ 

Para malaikat itu berkata: "Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? Rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah". (Al Quran Surat Hud 11:73)


  شَاكِرًا لِأَنْعُمِهِ ۚ اجْتَبَاهُ وَهَدَاهُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ 

Hargailah nikmat-nikmatNya. Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus. (Al Quran Surat An-Nahl 16:121)


Apabila Allah ﷻ telah memilih seseorang, Allah ﷻ tidak pernah salah di dalam membuat pilihan. Allah ﷻ sendiri yang akan membimbingnya walau apa pun keadaannya. Maka janganlah pertikaikan keadaannya sebaliknya hargailah apa yang dikurniakan kepada hamba pilihannya.


ALLAH BERKUASA UNTUK MELAKUKAN SESUATU MENGIKUT PILIHANNYA


Allah ﷻ juga berkuasa untuk membuat sesuatu terhadap apa yang telah ditentukan. Memilih dan mengubah seseorang itu sangat mudah bagi Allah. Pilihan Allah ﷻ untuk menunjukkan kehebatan Allah bukan kehebatan hambanya.


 بَدِيعُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۖ وَإِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia. (Al-Quran Surat Al-Baqarah 2:117)


Ciptaan Allah ﷻ itu hebat kerana adanya urustadbir dari Allah ﷻ sendiri. Makhluk kelihatan hebat atas perbuatan atau ciptaan Allah ﷻ. Segala puji pujian kembali kepada Allah ﷻ.


SETIAP PILIHAN ALLAH MERUPAKAN SEBUAH PETANDA


Allah ﷻ memilih seseorang hanya untuk menjadikan peringatan yang menjadi petanda bagi sesuatu perkara sepertimana yang telah berlaku kepada utusan utusan yang dipilih sebelumnya. 


  إِنْ أَنْتَ إِلَّا نَذِيرٌ 

Bahawa kamu tidak lain hanyalah sebuah peringatan (petanda) (Al-Quran Surat Fatir 35:23)


BAHKAN UTUSAN ALLAH ITU PEMBAWA PENJELASAN (TANDA) DAN PERINGATAN


Malah setiap utusan Allah ﷻ itu sebagai (بَشِيرٍ) pembawa penjelasan tentang janji yang menggembirakan dan menakutkan serta (نَذِيرٍ) sebagai petanda yang membawa peringatan malah diri mereka yang dipilih itu adalah petanda bagi sesuatu ancaman. Ingatlah bahawa sebelum ancaman azab itu diturunkan petanda petanda akan diutuskan terlebih dahulu.


 يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلَىٰ فَتْرَةٍ مِنَ الرُّسُلِ أَنْ تَقُولُوا مَا جَاءَنَا مِنْ بَشِيرٍ وَلَا نَذِيرٍ ۖ فَقَدْ جَاءَكُمْ بَشِيرٌ وَنَذِيرٌ ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ  كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu ketika terputus rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan: "Tidak ada datang kepada kami baik seorang penjelas (بَشِيرٍ) dan seorang pengingat yakni petanda (نَذِيرٍ). Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang penjelas (yang mengembirakan dan menakutkan) dan seorang pengingat (petanda). Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (Al-Quran Surat Al-Ma'idah 5:19)


Kalimat بَشِيرًا bermaksud penjelasan secara jamak dan diulang ulang banyak kali di dalam Quran, contohnya di dalam surah Fussilat seperti berikut. Malah بَشِيرًا didahulukan dari نَذِيرًا dan menjadikan بَشِيرًا وَنَذِيرًا sebagai pedoman. Allah ﷻ menggunakan kalimat yang sama supaya kita mudah memahaminya.


  كِتَابٌ فُصِّلَتْ آيَاتُهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ ۞ بَشِيرًا وَنَذِيرًا فَأَعْرَضَ أَكْثَرُهُمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ ۞ وَقَالُوا قُلُوبُنَا فِي أَكِنَّةٍ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ وَفِي آذَانِنَا وَقْرٌ وَمِنْ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ حِجَابٌ فَاعْمَلْ إِنَّنَا عَامِلُونَ

Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui, ۞ yang membawa "بَشِيرًا" penjelasan (menggembirakan dan menakutkan) dan "نَذِيرًا" peringatan (petanda), tetapi kebanyakan mereka berpaling, tidak mau mendengarkan. ۞ Mereka berkata: "Hati kami berada dalam tutupan (yang menutupi) apa yang kamu seru kami kepadanya dan telinga kami ada sumbatan malah antara kami dan kamu ada dinding, maka berbuatlah semahu kamu; sesungguhnya kami (sebenarnya) pembuat segala galanya". (Al-Quran Surat Fussilat 41:3-5)


Secara umum kalimat بَشِيرًا membawa maksud penjelasan tentang setiap janji Allah ﷻ baik perkara yang menggembirakan mahupun yang menakutkan. Ianya juga termasuklah membawa maksud penjelasan tentang tanda tanda yang dijanjikan Allah ﷻ, termasuklah tanda tanda Qiamat. 


PENGGUNAAN KALIMAT YANG DIULANG ULANG DI DALAM QURAN SEBAGAI PANDUAN


Kalimat basyiirin (بَشِيرٍ) inilah yang digunakan sebagai rujukan. Kata dasar bagi kalimat ini adalah "بشر". Membahas kalimat ini akan menjadikan artikel ini bertambah panjang. Cukup sekadar disebutkan agar dapat ditangkap bagi pembaca yang tidak mahir bahasa arab. Bagi yang fasih, sila rujuk al-Quran. Cukup al-Quran itu sebagai penjelasan. Insya-Allah.


KALIMAT بَشِّرِ PENJELASAN (PERKHABARAN YANG MENGEMBIRAKAN)


 وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا

Dan "بَشِّرِ" (perjelaskanlah akan khabar gembira) kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah. (Al-Quran Surat Al-Ahzab 33:47)


وَأُخْرَىٰ تُحِبُّونَهَا ۖ نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ 

Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan "بَشِّرِ" (perjelaskanlah akan khabar gembira) kepada orang-orang yang beriman. (Al-Quran Surat As-Saff 61:13)


 قَالُوا بَشَّرْنَاكَ بِالْحَقِّ فَلَا تَكُنْ مِنَ الْقَانِطِينَ  

Mereka menjawab: "Kami menjelaskan akan khabar gembira kepadamu dengan benar, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa". (Al-Quran Surat Al-Hijr 15:55)


 وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ لَكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ قُلُوبُكُمْ بِهِ ۗ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ

Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan "بُشْرَىٰ" (dirasakan jelas akan khabar yang menggembirakan) bagi kalian, dan agar tenteram hati kalian karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (AlQuran Surat Ali 'Imran 3:126)


 وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ 

Dan Allah tidak menjadikannya, melainkan "بُشْرَىٰ" (dirasakan jelas akan khabar yang menggembirakan) dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Al-Quran Surat Al-Anfal 8:10)


PENJELASAN YANG MENAKUTKAN


بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا 

Perjelaskanlah golongan munafikin bahawa bagi mereka 'azab siksa yang sangat perit (Al-Quran Surat An-Nisa' 4:138)


  يَسْمَعُ آيَاتِ اللَّهِ تُتْلَىٰ عَلَيْهِ ثُمَّ يُصِرُّ مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا ۖ فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ 

Mereka mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepadanya kemudian mereka tetap menyombongkan diri seakan-akan dia tidak mendengarnya. Maka perjelaskanlah baginya dengan 'azab siksa yang sangat perit (Al-Quran Surat Al-Jasiyah 45:8)


PENJELASAN YANG DIJANJIKAN DAN PETANDA YANG DIANCAMKAN 


Setiap yang membuat kebaikkan di sisi Allah ﷻ diberikan penjelasan akan dijanjikan perkhabaran yang menggembirakan sebaliknya seseorang yang menzalimi dirinya atau buta hatinya untuk menerima kebenaran maka itulah petanda bahawa dirinya diberikan peringatan dan diberikan ancaman.


 وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ وَهَٰذَا كِتَابٌ مُصَدِّقٌ لِسَانًا عَرَبِيًّا لِيُنْذِرَ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَبُشْرَىٰ لِلْمُحْسِنِينَ 

Dan sebelum Al Quran itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan "بُشْرَىٰ" (dirasakan jelas akan khabar yang menggembirakan) kepada orang-orang yang berbuat baik (Al-Quran Surat Al-Ahqaf 46:12)


AL-QURAN JUGA ADALAH بُشْرَىٰ PENJELASAN YANG DIJADIKAN PETUNJUK


Al-Quran turut dinyatakan sebagai بُشْرَىٰ yakni penjelasan yang dapat dirasai hanya bagi orang yang beriman. Namun kesemuanya itu bermanfaat bagi golongan yang mahu menerimanya sebagai petunjuk dan beriman dengannya.


 طس ۚ تِلْكَ آيَاتُ الْقُرْآنِ وَكِتَابٍ مُبِينٍ ۞ هُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ 

Thaa Siin (Surat) ini adalah ayat-ayat Al Quran, dan (ayat-ayat) Kitab yang menjelaskan, ۞ untuk dijadikan petunjuk dan "بُشْرَىٰ" (dirasakan jelas akan khabar yang menggembirakan) bagi orang-orang yang beriman,  (Al-Quran Surat An-Naml 27:1-2)


MALAH QURAN ITU DAPAT MEMPERJELASKAN SEGALA SESUATU BAGI ORANG YANG BERIMAN


 إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا

Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan ianya menjelaskan (akan khabar yang menggembirakan) kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar, (Al-Quran Surat Al-Isra' 17:9)


MUBASSYIRAN ITU PEMBAWA TANDA KHUSUS

 

Seseorang rasul atau wali Allah ﷻ yang memperolehi petunjuk khusus dari Allah ﷻ itu dinamakan مُبَشِّرًا. Kalimat مُبَشِّرًا bermaksud orang yang mendapat penjelasan yang menyeluruh bagi sesuatu perkara yang dikehendaki oleh Allah ﷻ bagi menjelaskan manusia secara keseluruhan. Ringkasnya مُبَشِّرًا adalah mubaligh terhadap apa yang diterimanya.


  وَبِالْحَقِّ أَنْزَلْنَاهُ وَبِالْحَقِّ نَزَلَ ۗ وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

Demi kebenaranlah Aku turunkannya dan demi kebenaranlah ianya turun. Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan sebagai mubassyiran (مُبَشِّرًا) dan pemberi peringatan. (Al-Quran Surat Al-Isra' 17:105)


 إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا ۞ لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا 

Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, mubassyiran (مُبَشِّرًا) dan pemberi peringatan, ۞ supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang (Al-Quran Surat Al-Fath 48:8-9)


  وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ ۖ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُبِينٌ 

Dan (ingatlah) ketika Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan mubassyiran (مُبَشِّرًا) dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)". Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata". (Al-Quran Surat As-Saff 61:6)


  يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا ۞ وَدَاعِيًا إِلَى اللَّهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيرًا ۞ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ بِأَنَّ لَهُمْ مِنَ اللَّهِ فَضْلًا كَبِيرًا۞ وَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَالْمُنَافِقِينَ وَدَعْ أَذَاهُمْ وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ وَكِيلًا 

Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi, dan mubassyiran (مُبَشِّرًا) dan pemberi peringatan, ۞ dan untuk jadi penyeru kepada Agama Allah dengan izin-Nya dan untuk jadi cahaya yang menerangi. ۞ Dan sampaikanlah penjelasan kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah. ۞ Dan janganlah kamu menuruti orang-orang yang kafir dan orang-orang munafik itu, janganlah kamu hiraukan gangguan mereka dan bertawakkallah kepada Allah. Dan cukuplah Allah sebagai Pelindung. (Al-Quran Surat Al-Ahzab 33:45-49)


ALBUSYRA ADALAH MIMPI YANG BAIK


Sebahagian dari بَشِيرًا tersebut adalah "الْبُشْرَىٰ" (mimpi yang baik). Mereka yang bertakwa itulah yang dipilih oleh Allah ﷻ dan dikurniakan mimpi mimpi petunjuk yang disebutkan الْبُشْرَىٰ.


 لَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ 

Bagi mereka alBusyra "الْبُشْرَىٰ" di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar. (Al-Quran surah Yunus 10:64)


AlBusraa (الْبُشْرَىٰ) diperlihatkan kepada wali wali Allah untuk menjadi panduan bagi menghadapi urusan tertentu di dunia. Sedangkan untuk akhirat mereka mendapatkan janji surga dan pahala. Wali wali Allah di dunia ini dikaitkan dengan dua ayat sebelum ayat 64 di atas iaitu ayat 62 dan 63 seperti di bawah ini.


  أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ۞ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ 

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. ۞ (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. (Al-Quran surah Yunus 10:62-63)


Mimpi yang menjadi petunjuk itulah dimaksudkan sebagai "الْبُشْرَىٰ" di dalam kehidupan dunia sepertimana ditafsirkan oleh hadis sahih  bahwa  الْبُشْرَىٰ ini berupa mimpi yang baik dari seorang yang jujur.


  لَمْ يَبْقَ مِنْ النُّبُوَّةِ إِلَّا الْمُبَشِّرَاتُ قَالُوا وَمَا الْمُبَشِّرَاتُ قَالَ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ 

Rasulullah ﷺ bersabda, Kenabian tidak ada lagi melainkan "الْمُبَشِّرَاتُ",  para sahabat bertanya; "الْمُبَشِّرَاتُ"? ' Nabi ﷺ menjawab, "Mimpi seorang yang jujur. (Hadits Shahih - Bukhari)


Kalimat al-busyra (الْبُشْرَىٰ) adalah mimpi yang baik yang menjelaskan sesuatu tanda. Sedangkan kalimat mubassyiran (مُبَشِّرًا) adalah sesiapa sahaja yang mendapat mimpi tersebut. Ini kerana setelah kewafatan Rasullullah tiada lagi rasul dan nabi diutuskan.


ALMAHDI ALMUBASSYIRAT


Namun begitu terdapat seseorang yang paling banyak mendapat mimpi sebagai tanda, beliau itulah yang dimaksudkan sebagai al-mubassyirat (الْمُبَشِّرَاتُ). Seorang yang digelar al-mubassyirat samalah dengan seorang yang digelar الْمَهْدِيُّ. Kedua duanya membawa maksud yang sama. Kedua duanya membawa maksud orang yang paling banyak mendapat petunjuk.


 لَنْ يَبْقَى بَعْدِي مِنْ النُّبُوَّةِ إِلَّا الْمُبَشِّرَاتُ فَقَالُوا وَمَا الْمُبَشِّرَاتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ يَرَاهَا الرَّجُلُ الصَّالِحُ أَوْ تُرَى لَهُ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ 

Rasulullah ﷺ bersabda, Tidak akan tersisa setelah-ku kenabian kecuali al mubassyirat" Para sahabat bertanya, "Apakah al mubassyirat itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Mimpi yang baik yang dilihat oleh seorang laki-laki shalih, " atau, "Yang diperlihatkan kepadanya. Sebagian dari empat puluh enam bahagian dari kenabian. (Hadits Shahih - Muwatha' Imam Malik)


Bagi Rasullullah ﷺ mubassyiran baginda adalah melalui nubuah khusus. Namun bagi seorang yang jujur dari kalangan ummat Muhammad ﷺ, mubassyiran tersebut dengan perantaraan mimpi yang baik.


  رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ 

Rasulullah ﷺ bersabda, Mimpi seorang mukmin adalah satu bagian dari empat puluh enam bagian kenabian. (Hadits Shahih - Bukhari)


Nubuah mempunyai 46 bahagian (جُزْءًا), manakala الْبُشْرَىٰ adalah salah satu darinya. Maka الْبُشْرَىٰ masih dianggap nubuah, kerana ianya masih sebahagian (جُزْءٌ) nubuah. Salah satu dari petunjuk yang masih dikekalkan oleh Allah untuk ummat akhir zaman.